Pulau Sumba: Asal- usul, Geografis, Kenyataan Menarik, serta Karakteristik Khas
Pulau Sumba, suatu surga tersembunyi di Provinsi Nusa Tenggara Timur( NTT). Pulau Sumba menawarkan keelokan alam yang menarik serta kekayaan budaya yang tidak ternilai biayanya.
Diketahui selaku salah satu permata tersembunyi Indonesia, kecantikan Pulau Sumba terletak pada padang savana yang luas, hutan yang hijau, serta pantai- pantai yang menawan. Tidak cuma itu, kehidupan budaya yang kental di Pulau Sumba membagikan pengalaman yang tidak terlupakan untuk para wisatawan.
Apakah kamu ketahui gimana asal- usul sejarah, kondisi geografis, kenyataan menarik, sampai karakteristik khas Pulau Sumba? Ikuti pembahasan menimpa Pulau Sumba yang dirangkum dari bermacam sumber berikut ini.
Asal- usul Sejarah
Pulau Sumba, yang tadinya diketahui selaku Pulau Cendana sebab reputasinya selaku penghasil kayu cendana terbanyak mempunyai sejarah yang kaya serta panjang. Nama” Sumba” berasal dari kata” humba” yang mengartikan” asli” merujuk pada masyarakatnya yang diucap selaku Tau Humba ataupun penduduk asli.
Semenjak era dulu, Pulau Sumba sudah jadi pusat atensi untuk orang dagang dari bermacam bangsa semacam Tiongkok, Arab, Portugis, Inggris, serta Belanda. Awal mulanya populer selaku penghasil kayu cendana terbanyak, Pulau Sumba saat ini tidak lagi mempunyai kayu tersebut sebab sudah punah.
Pulau ini pula diketahui dengan sebagian nama alternatif semacam Tana Humba serta Tanah Marapu ataupun Tanah Leluhur. Tana Humba berasal dari nama istri nenek moyang awal yang tiba ke pulau ini. Sedangkan Tanah Marapu merujuk pada keyakinan asli suku Sumba terhadap Marapu, entitas paling tinggi dalam keyakinan mereka.
Pulau Sumba awal mulanya dibagi jadi 2 kabupaten, ialah Sumba Timur serta Sumba Barat. Tetapi lewat pemekaran daerah, saat ini dibagi jadi 4 kabupaten. Tiap kabupaten mempunyai kekayaan budaya, adat istiadat, serta bahasa yang berbeda, walaupun ada pula kesamaan dalam budaya tersebut.
Kondisi Geografis
Pulau Sumba, terletak di Provinsi NTT dengan mempunyai luas dekat 10. 710 km persegi( km²). Pulau ini mempunyai topografi yang bermacam- macam dari dataran rendah sampai besar, dengan puncak paling tinggi di Gunung Wanggameti( 1. 225 meter).
Secara geografis, Sumba terletak pada lintang utara 90°401 serta bujur timur 120°001. Pulau ini berbatasan dengan Sumbawa, Flores, serta Timor, dan dikelilingi oleh Selat Sumba, Laut Sawu, serta Samudra Hindia.
Pulau Sumba yang terletak di bagian selatan Indonesia ialah bagian dari NTT. Bagi informasi dari Tubuh Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2014, Pulau Sumba dibagi jadi 4 kabupaten:
1. Kabupaten Sumba Timur dengan ibukotanya Waingapu, mempunyai luas daerah sebesar 7. 001 km².
2. Kabupaten Sumba Tengah dengan ibukotanya Waibakul, mempunyai luas daerah sebesar 1. 869 km².
3. Kabupaten Sumba Barat dengan ibukotanya Waikabubak, mempunyai luas daerah sebesar 2. 183 km².
4. Kabupaten Sumba Barat Energi dengan ibukotanya Tambolaka, mempunyai luas daerah sebesar 1. 480 km².
Fakta Menarik
Rumah adat sekalian tempat penyembahan leluhur
Rumah adat Sumba tidak cuma selaku tempat tinggal, namun pula berperan selaku tempat penyembahan kepada Marapu ataupun arwah para leluhur. Ritual serta keyakinan terhadap Marapu sangat kental dalam kehidupan warga Sumba.
Pembagian rumah adat pula mencerminkan mikrokosmos orang Sumba, menampilkan ikatan mereka dengan alam semesta serta nilai- nilai budaya yang diwariskan.
– Tradisi cium hidung
Tradisi cium hidung di Pulau Sumba dicoba dengan melekatkan 2 hidung selaku simbol keakraban serta kesatuan. Mirip dengan cium hidung Suku Eskimo di Kutub Utara, tradisi ini sudah jadi bagian dari adat istiadat serta Kerutinan warga Sumba.
Tetapi cium hidung ini tidak dicoba secara sembarangan, cuma terjalin dalam acara- acara spesial. Semacam perkawinan, ulang tahun, perayaan keagamaan, acara adat, peristiwa duka, serta upacara perdamaian.
– Atraksi Perang Pasola
Perang Pasola merupakan ritual adat yang diadakan tiap Februari ataupun Maret di Sumba Barat. Penetapan bertepatan pada dicoba oleh seseorang tokoh adat, Rato, buat memperingati panen serta meminta pengampunan.
Turis bisa melihat atraksi perang tombak antarsuku di mana partisipan menunggang kuda. Walaupun tombak yang digunakan tidak tajam, namun terdapat mungkin terluka baik untuk partisipan ataupun kuda.
Tetes darah yang jatuh dikira bawa berkah untuk kesuburan tanah. Suara teriakan serta semangat partisipan mengiringi tradisi ini semacam musik. Korban jiwa dalam tradisi ini diyakini selaku hukuman dari Dewa atas pelanggaran, sedangkan kuda yang digunakan merupakan kuda Sandalwood asli Sumba.
– Ciri khas
Salah satu aspek unik budaya di Pulau Sumba merupakan wujud rumah adat yang seragam di masing- masing kabupaten, walaupun namanya bermacam- macam. Rumah adat ini berupa persegi 4 dengan 4 tiang utama yang mempunyai guna yang berbeda, mulai dari tempat penyimpanan sampai tempat kegiatan manusia serta hewan.
Batu kubur di depan rumah adat memegang kedudukan berarti dalam memelihara ikatan antara anggota keluarga yang masih hidup dengan yang sudah wafat. Tetapi, resiko kebakaran serta pergantian era mengecam keberlangsungan rumah adat Sumba yang dibuat dari material gampang dibakar.
Oleh sebab itu, berarti buat menghargai arti tiap arsitektur rumah adat Sumba selaku bagian dari peninggalan budaya yang kaya hendak bukti diri serta sejarah pulau tersebut.
Pulau Sumba diketahui dengan keelokan alamnya yang eksotis, tercantum padang savana yang luas, hutan yang lestari, serta tepi laut yang menawan. Dekat 68% wilayahnya terdiri dari padang rumput yang jadi rumah untuk kuda- kuda Sumba, yang diketahui selaku Kuda Sandelwood.
Tidak hanya kekayaan alamnya, Sumba pula memancarkan kekayaan budaya yang kokoh, paling utama dalam ritual serta penghormatan terhadap leluhur, yang jadi fokus utama masyarakatnya. Dengan populasi penduduk menggapai dekat 730. 486 jiwa, keberadaan mereka tersebar tidak menyeluruh, paling utama di dekat pusat pemerintahan kabupaten.
Tetapi, pesona Pulau Sumba tidak cuma terletak pada keelokan alamnya. Budaya yang kaya serta bermacam- macam jadi energi tarik utama untuk para turis. Ritual serta penghormatan kepada leluhur yang masih kokoh dijunjung besar jadi karakteristik khas yang membedakan Sumba dari destinasi yang lain. Tiap ritual yang dicoba oleh warga lokal menggambarkan ikatan yang erat antara manusia dengan alam serta leluhur mereka, menghasilkan pengalaman spiritual yang mendalam untuk para wisatawan.
Dengan keelokan alam yang menawan serta peninggalan budaya yang luar biasa, Pulau Sumba betul- betul layak dijuluki selaku surga tersembunyi di Indonesia. Mari nikmati keelokan serta arti yang ditawarkan oleh pulau ini, serta perkenankan diri kita terpesona oleh pesona eksotisnya yang tidak terlupakan.